Sakit Hati yang Ku Nikmati - dmlaptop

Sunday, October 4, 2020

Sakit Hati yang Ku Nikmati

Sakit hati tidak mudah dirasakan sedangkan rasa sakit fisik sangat menyakitkan atau mudah dirasakan oleh tubuh.

Keutamaan amalan hati di banding dengan amalan fisik

Amalan hati kadang tidak sama dengan amalan fisik. Contohnya 3 orang yang di hisab pertama di akhirat yaitu: ahli sedekah, ahli ilmu dan ahli jihad. 

Ini lah yang terjadi pada tiga orang seperti dikisahkan Abu Hurairah. Kisah ini dinukilkan oleh banyak pakar hadits, antara lain, Imam Muslim, an-Nasa’i, Ahmad, dan Baihaqy. Kisah yang sama dalam teks hadits yang berbeda juga diriwayatkan oleh Imam at- Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan al- Hakim.

Tiga orang ini adalah orang yang shalih ahli ibadah. Alih-alih ingin masuk surga, mereka justru dimasukan ke dalam negara karena ke shalihan mereka hanya terlihat di depan manusia. Tapi Allah SWT yang mengetahui lahir batin dari hati manusia lebih tahu apa niat mereka dalam beribadah.

Diceritakan bahwa ada orang pertama dipanggil menghadap Allah. Ia merupakan seorang pria yang mati syahid. Si pria mengakui banyaknya nikmat yang diberikan Allah padanya.

Allah pun bertanya, “Apa yang telah kau perbuat dengan berbagai nikmat itu?” Mujahid itu menjawab, “Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid,” ujarnya. A

llah pun menyangkalnya, “Kau telah berdusta. Kau berperang agar namamu disebut manusia sebagai orang yang pemberani. Dan, ternyata kamu telah disebut-sebut demikian,” firman-Nya.

Kemudian, Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-Nya. Akhirnya, mujahid riya itu pun diseret wajahnya dan dilempar ke neraka.

Orang kedua pun dipanggil. Ia merupakan seorang ahli agama yang alim. Penuntut ilmu yang mengamalkan ilmunya dan mengajarkan Al-Quran kepada manusia.

Seperti orang pertama, Allah bertanya hal sama, “Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?” Sang ulama menjawab, “Saya telah membaca, mempelajari, dan mengajarkannya Al-Quran karena Engkau,” ujarnya.

Namun, Allah berfirman, “Kamu berdusta. Kau mempelajari ilmu agar disebut sebagai seorang alim dan kau membaca Al-Quran agar kamu disebut sebagai seorang qari.”

Allah mengadili. Kemudian, Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-Nya. Akhirnya, alim ulama itu pun diseret wajahnya dan dilempar ke neraka.

Selanjutnya, orang ketiga pun dipanggil. Ia seorang yang memiliki kekayaan berlimpah dan terkenal karena kedermawanannya, didatangkan di hadapan Allah.

Seperti orang pertama dan kedua, Allah bertanya hal sama, “Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?” Sang dermawan itu menjawab, “Semua harta kekayaan yang aku punya tidak aku sukai, kecuali aku sedekah karena- Mu.”

Allah kembali berfirman, “Kamu berdusta. Kamu melakukan itu agar orang-orang menyebutmu orang dermawan dan murah hati.” Kemudian, Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-Nya. Akhirnya, sang dermawan itu pun diseret wajahnya dan dilempar ke neraka.

Abu Hurairah juga berkata, Rasulullah SAW pernah menepuk pahaku seraya bersabda, “Wahai Abu Hurairah, mereka adalah manusia pertama yang merasakan panasnya api neraka jahanam pada hari kiamat nanti.” (HR Muslim)

Dari kisah tadi dapat diambil kesimpulan bahwa amalan hati atau keikhlasan dalam beramal merupakan kunci utama untuk mendapatkan ridho dari Allah Shubhanahu wa' Ta'alla

 3 Keutamaan amalan hati yang harus kita ketahui:

  • Pertama dilihat Allah
  • Hati modal terbesar menghadap Allah (jangan sampai berbuat syirik)
  • Amalan hati (iman niat ikhlas husnudzon) mendahului amalan fisik

2 Amalan hati sebelum tidur yang menjadikan masuk surga

  • Memaafkan semua orang yang berbuat dzolim, menyakiti, menghibah pada hari ini, supaya nanti di akhirat saya tidak akan menuntut mereka.
  • Besok: saya tidak punya niat berbuat dzolim kepada semua orang

3 penyakit berbahaya yang mengotori hati, tetapi orang yang dihinggapi tidak merasakan sakit.

  1. Tamak 
  2. Sombong atau Ujub
  3. Hasad 

Tamak atau Rakus Terhadap Dunia

Rakus atau tamak dengan urusan dunia ini termasuk jenis penyakit hati yang harus di obati. Perbuatan tamak sebagai contoh adalah mengejar kekayaan atau jabatan sehingga meninggalkan kewajiban ibadah kepada Allah. Kewajiban muslim laki laki adalah salat di masjid berjamaah, karena punya keinginan dalam mencari rejeki untuk beli kendaraan atau bangun rumah mewah sampai-sampai melupakan kebiasaan salat berjamaah.

Keinginan tentang kenikmatan dunia ini tidak akan bisa berakhir hingga kematian atau  kita bisa mengobati penyakit tamak tersebut. Telah disebutkan bahwa jika manusia punya dua bukit emas maka akan mencari bukit emas ketiga hingga maut menghentikannya.

Bangaimana cara mengobati penyakit hati tamak ini?  

Penyakit tamak akan bisa hilang dengan cara Sedekah. Semakin banyak nilai yang disedahkan maka hati tidak akan cinta dengan gemerlapnya dunia.

 Penyakit Sombong

Sombong atau ujub adalah perbuatan dosa besar. Sombong itu tidak mau menerima kebenaran dan merendahkan orang lain. Sombong di ungkap dengan perbuatan fisik seperti memamerkan kekayaan. Tapi ada perbuatan sombong yang tanpa sadari merendahkan sifat Allah.

Dinukil dari kitab Sittuna Qishshah, Imam Ahmad mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Ikrimah Ibnu Ammar, dari Damdam ibnu Jausy Al-Yamami yang mengatakan bahwa:

Abu Hurairah pernah berkata kepadanya: "Hai Yamami...! Jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap seseorang, 'Semoga Allah tidak mengampunimu,' atau 'Semoga Allah tidak memasukkan mu ke dalam surga'."

Yamami berkata: "Hai Abu Hurairah...! Sesungguhnya kalimat tersebut biasa dikatakan oleh seseorang terhadap saudaranya dan temannya jika dia dalam keadaan marah."

Abu Hurairah r.a berkata: "Jangan kamu katakan hal itu, Kerana sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: "Dahulu di kalangan umat Bani Israil terdapat dua orang lelaki. Salah seorangnya rajin beribadah, sedangkan yang lainnya zalim terhadap dirinya sendiri dia ahli maksiat."

"Keduanya sudah seperti saudara. Orang yang rajin ibadah selalu melihat saudaranya berbuat dosa dan mengatakan kepadanya, "Hai kamu, hentikanlah perbuatanmu." Tetapi saudaranya itu menjawab: "Biarlah aku dan Tuhanku, apakah kamu ditugaskan untuk terus mengawasiku?"

Hingga pada suatu hari yang rajin beribadah melihat saudaranya ahli maksiat itu melakukan suatu perbuatan dosa yang menurut penilaiannya sangat besar dosanya. 

Maka dia berkata kepadanya: "Hai kamu, hentikanlah perbuatanmu." Dan orang yang ditegurnya menjawab: "Biarlah aku, ini urusan Tuhanku, apakah engkau diutuskan sebagai pengawasku?"

Maka yang rajin beribadah berkata: "Demi Allah! Semoga Allah tidak memberi keampunan kepadamu, atau semoga Allah tidak memasukkanmu ke syurga untuk selama-lamanya."

Abu Hurairah melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu Allah mengutus seorang malaikat untuk mencabut nyawa kedua orang tersebut, dan keduanya berkumpul di hadapan Allah.

Maka Allah Ta'alla berfirman kepada orang yang berdosa: "Pergilah, dan masuklah ke dalam surga kerana rahmat-Ku."

Sedangkan kepada yang lainnya Allah ta'alla berfirman: "Apakah kamu merasa alim? Apakah kamu mampu meraih apa yang ada di tangan kekuasaan-Ku? Bawalah dia ke dalam neraka!"

Rasulullah bersabda: "Demi Tuhan yang jiwa Abul Qasim berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya orang tersebut (yang masuk neraka) benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang menghancurkan dunia dan akhiratnya."

Imam Abu Daud meriwayatkannya melalui hadis Ikrimah ibnu Ammar, bahwa Damdam ibnu Jausy menceritakan kepadanya dengan lafaz yang sama.

Bayangkan, jika ahli ibadah yang mendoakan sedemikian terhadap saudaranya pun sudah dimasukkan ke neraka. Apa lagi kalau ucapan itu dibuat oleh bukan ahli ibadah.

Na'udzu billahi min dzaalik.

Kisah tersebut mengandung celaan kepada seseorang yang mengklaim dirinya sendiri sebagai hakim kebenaran. Kisah tersebut memberikan faidah bahwa seseorang yang memastikan orang lain masuk surga atau neraka, berarti dia telah mengakui memiliki sifat ketuhanan. Dan menafikan sifat Allah yang maha pengampun segala dosa.

Semoga kita tidak sombong dengan ilmu dan amal kita. Karena ilmu dan amal adalah untuk mendapatkan keridaan Allah dan lebih mengenali-Nya, bukannya untuk bermegah-megah dan merasa takjub pada diri."

Cara mengobati penyakit sombong dengan jalan : "jujur pada diri sendiri"

Anda terlihat baik itu karena ditutupi kejelekannya oleh Allah. Kelihatan baik itu karena penilaian orang lain saja. Jika orang yang tahu tentang kejelekan tentang diri anda, maka tidak akan memuji atau menilai baik. Jadi dengan jujur pada diri sendiri tersebut, sifat sombong tidak akan ada pada diri Anda.

Penyakit Hasad / Iri 

Penyakit hasad atau iri tanpa disadari telah masuk ke dalam hati kita. Karena hasad ini masuk dalam hati yang terlihat oleh orang lain jika kita ucapkan atau  terlihat dari tingkah laku kita yang berubah.

Misalnya ada tetangga kita yang bisa beli mobil bagus, rasa hasad ini bisa muncul dengan perkataan seperti "Paling uangnya pinjam dari bank" atau perkataan yang lain. Rasa hasad juga bisa mengakibatkan badan kita sakit atau jadi pusing kepala melihat tetangga yang punya mobil mewah tersebut.

Cara mengobati hasad dengan selalu berdo'a perlindungan kepada Allah dan berdzikir

 Silahkan di lihat keterangan lengkap pada video di bawah ini 

 


 

 

Comments


EmoticonEmoticon